Berbagi Kamar

by Rekah

/
  • Streaming + Download

    Includes unlimited streaming via the free Bandcamp app, plus high-quality download in MP3, FLAC and more.

    We are fully aware that there is no ethical consumption under capitalism and we really would like to give out this album for free, but we are just a small DIY band from a third-world country who spent a lot amount of money to deliver you this labor of love. If you truly cannot afford to pay for this album, please shot us a message and we'll see what we can do.

      $5 USD  or more

     

1.
2.
3.
4.
5.

about

"Berbagi Kamar" is a mini-album about anxiety, loss, self-hatred, camaraderie in embracing turmoils within ourselves, and soaring above all of them through making peace with the absurd.

All lyrics are written in Indonesian.

We are fully aware that there is no ethical consumption under capitalism and we really would like to give out this album for free, but we are just a small DIY band from a third-world country who spent a lot amount of money to deliver you this labor of love. If you truly cannot afford to pay for this album, please shot us a message and we'll see what we can do.

CD and tape available through Royal Yawns. Order here: bit.ly/OrderRY002

Watch the music video for "Tentang Badai..." and "Belajar Tenggelam" here: youtu.be/PN9fPq3LGFI

This album is released under CC BY-NC-SA 3.0. Please refer to the following link to read more regarding this license: creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/


=========


"Berbagi Kamar" adalah sebuah album pendek tentang kecemasan, kehilangan, kemuakan terhadap diri sendiri, kebersamaan dalam memeluk pergolakan dalam diri kita, dan bagaimana melampaui itu semua dengan cara berdamai dengan absurditas.

Semua lirik ditulis dalam Bahasa Indonesia.

Kami sadar akan dilema mengenai konsumsi yang etis dalam kapitalisme dan sejujurnya kami sangat ingin untuk menyebarkan rilisan ini seluas-luasnya, namun apa daya kami hanyalah grup independen kecil dari negara dunia ketiga yang berusaha dengan segenap kemampuan yang kami miliki saat ini untuk menghadirkan karya ini. Jika kalian mengalami kesulitan untuk memperoleh rilisan ini dengan harga yang kami ajukan, silakan hubungi kami melalui email ataupun jejaring sosial dan kami akan mencoba membantu kalian.

CD dan kaset dirilis melalui Royal Yawns, label independen asal Bandung. Klik tautan berikut untuk memesan: bit.ly/OrderRY002

Saksikan video musik untuk "Tentang Badai..." dan "Belajar Tenggelam" yang kami kerjakan secara mandiri di tautan berikut: youtu.be/PN9fPq3LGFI

Album pendek ini dirilis dengan lisensi CC BY-NC-SA 3.0. Harap kunjungi tautan berikut untuk membaca lebih lanjut mengenai lisensi ini: creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/

credits

released June 8, 2017

Lyrics penned by Tomo Hartono
Composed collectively by Rekah
Spoken words on track 1, 3, and 4 by Diedra Cavina
Recorded, mixed, and mastered at Kandang Studio by Haryo Widi Adhikaputra
Designs by Ratta Bill Abaggi
Photography by Vira Talisa Dharmawan
Released by Royal Yawns

Rekah is:
Faiz Alfaresi – vocals
Johan Junior – drum
Marvin Viryananda – guitar
Tomo Hartono – guitar and vocals
Yohan Christian – bass


=========


Lirik oleh Tomo Hartono
Diaransemen secara guyub oleh Rekah
Pembacaan sajak di lagu ke-1, 3, dan 4 oleh Diedra Cavina
Direkam, ditata, dan diselaraskan di Kandang Studio oleh Haryo Widi Adhikaputra
Desain oleh Ratta Bill Abaggi
Fotografi oleh Vira Talisa Dharmawan
Dirilis oleh Royal Yawns

Rekah adalah:
Faiz Alfaresi – vokal
Johan Junior – drum
Marvin Viryananda – gitar
Tomo Hartono – gitar dan vokal
Yohan Christian – bass

tags

license

about

Rekah Jakarta, Indonesia

A celebration of feelings.

contact / help

Contact Rekah

Streaming and
Download help

Track Name: Lihat Aku Menghancurkan Diri
tubuhku adalah kuil yang menghancurkan dirinya sendiri.
lidahku adalah ibu dari kata-kata yang mengkhianati janjinya sendiri.
air mataku adalah danau yasng membanjiri hutannya sendiri.
aku adalah jemari yang mencekik lehernya sendiri.

aku mengundangmu masuk.
lihat aku menghancurkan diri.
Track Name: Mengeja Langit-Langit
cengkram jantungku, cekik nafasku
aku tenggelam, gelap telanku
tutup mataku, tutup mataku
aku tenggelam, gelap telanku

aku hilang

gemuruh menderu, buas memburu
semua menggelap, semua menghitam
ceracau resahku, telan sadarku
semua gelap
semua hitam

kamar ini menghimpitku
runtuhkan semestaku
langit-langit mengejarku
pergi, jangan masuk

biarkan aku
(jangan pergi)
(tolong aku)
Track Name: Seribu Tahun Lagi
sudah malam
rengkuh aku
aku tenggelam
pagi tiba
jangan lepaskan
aku sekarat

kau tahu? ada awan gelap mengitari kepalaku—menghimpitku dengan ketakutan dan degup yang tak tahu kapan harus diam
kau tahu? ada kesedihan tak berkepala yang menghantuiku—menagih pengampunan yang tak pernah bisa kuberikan
kau tahu? Kadang aku lelah, tiap detik adalah pertarungan buatku dan aku tak tahu sampai kapan aku bisa bertahan

terlalu sesak,
tapi

aku tahu: akan selalu ada cahaya di ujung terowongan, walau kemudian gelap akan terbit lagi karena begitulah hidup
aku tahu: aku tak lagi sendiri, walau mungkin kegelisahan kami hanya akan menjadi kesunyian masing-masing

jadi aku memutuskan
tenggelam bukan pilihan.
denganmu, aku
akan kembali berjalan

sudah malam
rengkuh aku
aku tahu
kita tenggelam
pagi tiba
jangan lepaskan
aku tahu
kita sekarat

tangan dan wajah penuh luka
milikku dan milikmu
mengais serpih-serpih
asa yang berserak

kita akan hidup seribu tahun lagi
Track Name: Tentang Badai dan Pagi Setelahnya
setelah badai berlalu dan terang mulai terbit
masih maukah semilir ini mengajakku bermain?
atau akankah ia berlalu untuk mengacak kota lain?
seakan ia lupa bahwa kita pernah melesat semalam suntuk.

aku tak tahu
aku tak pernah tahu
semua selalu berulang
menuju bisu dan diam

aku tak tahu
aku tak pernah tahu
semua selalu berpulang
pada sepi, pada malam

sudahlah, biarkan aku tertidur
lelap selalu menjadi teman baik bagi ketakutanku
sudahlah, tak usah berpamitan
kamar ini tak cukup besar untuk kita berdua

aku pernah bermimpi:
akan tarian yang tak pernah mengeja jeda
akan ombak yang tak pernah berhenti bercanda
akan kita yang tak pernah mengenal koma,

aku pernah bermimpi:
akan tarian yang tak pernah mengeja jeda
akan ombak yang tak pernah berhenti bercanda
akan kita yang tak pernah mengenal koma,
ataupun titik.

sudahlah, biarkan aku tertidur
lelap selalu menjadi teman baik bagi ketakutanku
sudahlah, tak usah berpamitan
kamar ini tak cukup besar untuk kita berdua
Track Name: Belajar Tenggelam
fajar mekar
mencium rahim ombak

terang tiba
mengusir bercak malam

kau mengajakku berenang
lantang laut ditantang
abaikan palung gelap
menganga di bawahmu

percayalah dan dengarkan:
dasar laut pun ‘kan kulawan!
aku hanya tak ingin
menarikmu tenggelam

liar riak
muntahkan ribuan debur

hempas kita
hantam angkuh karang

kita terdampar dan terengah
menunggu mentari merekah
mungkin kita ditakdirkan karam
agar belajar tenggelam